SAFARI RAMADAN - JEMPUT ASPIRASI DAN REFORMASI SPIRITUAL DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN KOTA TEBING TINGGI
TEBING TINGGI – Di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Iman Irdian Saragih, bulan suci Ramadan 1447 H bukan sekadar momentum peningkatan ibadah secara personal, melainkan bertransformasi menjadi ruang publik yang demokratis. Agenda tahunan Safari Ramadan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi kini menjadi instrumen strategis untuk memastikan bahwa kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke lini terkecil di kelurahan.
1. Filosofi "Diplomasi Mimbar": Melampaui Protokoler
Wali Kota Iman Irdian menegaskan bahwa Safari Ramadan adalah manifestasi dari pemerintahan yang inklusif. Melalui kunjungan terjadwal di 5 kecamatan—Tebing Tinggi Kota, Padang Hulu, Padang Hilir, Rambutan, dan Bajenis—Pemko menerapkan strategi "jemput bola".
Narasi yang dibangun bukan lagi komunikasi searah, melainkan dialog dua arah pasca-salat Tarawih. Wali Kota memanfaatkan selasar masjid sebagai ruang dengar pendapat (public hearing) informal. Hal ini memungkinkan warga menyampaikan persoalan rill, mulai dari efektivitas drainase pasca-normalisasi, keamanan lingkungan, hingga akses bantuan sosial, tanpa hambatan birokrasi yang kaku.
2. Integrasi Data Pembangunan dan Penyaluran Stimulus
Dalam setiap kunjungan, narasi pembangunan diperkuat dengan fakta lapangan dan dukungan material yang terukur. Safari Ramadan tahun ini mencatatkan beberapa poin teknis penting:
- Penyaluran Hibah Keagamaan: Pemko menyalurkan bantuan dana hibah yang dikhususkan untuk renovasi sarana sanitasi dan infrastruktur masjid. Berdasarkan data anggaran tahun berjalan, bantuan ini diberikan secara transparan kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) sebagai stimulan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah.
- Apresiasi Kader Keagamaan: Selain bantuan fisik, Safari ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi kepada guru mengaji dan pengurus jenazah sebagai bagian dari penguatan pilar sosial-religius kota.
- Audit Pembangunan Lingkungan: Selama perjalanan menuju lokasi Safari, jajaran dinas terkait yang mendampingi Wali Kota secara langsung melakukan pengamatan kondisi infrastruktur jalan dan pencahayaan kota (LPJU) untuk segera dievaluasi.
3. Sinergi Forkopimda: Jaminan Keamanan Semesta
Stabilitas pembangunan di Tebing Tinggi didukung penuh oleh soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Kehadiran Kapolres AKBP Rina Frillya dan Kajari Anthoni Nainggolan dalam rombongan Safari memberikan jaminan psikologis bagi warga.
Pesan yang disampaikan secara konsisten adalah penguatan Kamtibmas. Data menunjukkan bahwa kolaborasi ini berhasil meminimalisir gangguan ketertiban selama bulan Ramadan melalui patroli terpadu dan pendekatan persuasif di masjid-masjid. Pemerintah memastikan bahwa kenyamanan beribadah adalah hak dasar yang wajib dilindungi oleh sinergi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
4. Pengendalian Inflasi Melalui Mimbar Sosialisasi
Ramadan seringkali identik dengan fluktuasi harga pangan. Memanfaatkan kerumunan jamaah, Wali Kota secara detail memaparkan langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
- Operasi Pasar Murah: Warga diedukasi untuk memanfaatkan titik-titik Pasar Murah Ramadan yang menjual sembako dengan subsidi harga mencapai 10-15%.
- Monitoring Distributor: Wali Kota memberikan laporan singkat kepada warga bahwa stok di distributor utama (telur dan beras) terpantau aman, guna mencegah tindakan panic buying yang dapat memicu ketidakseimbangan pasar.
5. Penutup: Merajut Harapan di Kota Lemang
Konsistensi Safari Ramadan Pemerintah Kota Tebing Tinggi menjadi bukti bahwa pembangunan manusia dan spiritualitas berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Dengan mendengarkan aspirasi dari bawah kubah masjid, Pemko Tebing Tinggi di bawah arahan H. Iman Irdian Saragih sedang menyusun bata demi bata masa depan kota yang lebih humanis, transparan, dan religius.
Aspirasi yang diserap selama bulan suci ini akan menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan kebijakan daerah selanjutnya, memastikan bahwa suara rakyat tetap menjadi prioritas tertinggi dalam setiap derap langkah pembangunan Kota Tebing Tinggi.
Penulis : Pandianto
